Puisi Rizka Maulida

Setelah tadi posting Cerpennya Aprilia yang berjudul UNFORGETTABLE, kali ini giliran puisi. Puisinya datang dari.... Rizka Maulida. Ouwh... hay, Riz... dikau yang sering bilak-balik baca cerpen, kan? Lha, kok ngirimnya puisi? ^_^

Tapi kebetulan ada puisi sahabat di dalamnya. Sekalian mau update (dimasukkan) ke kumpulan puisi persahabatan yang ratingnya melorot di google.

Sahabat Selamanya Yang Terbaik

Sahabat .....
  Ku ucapkan terima kasih padamu
Karna kau telah merubah hidupku
Semenjak ada dirimu
Hidupku tak terasa sepi,hidupku lebih berwarna
Dan aku lebih memahami apa arti hidup ini

Sahabat....

Di kala ku sedih engkau yang menghiburku
Di kala ku putus asa kau yang memberi ku semangat
Di kala ku susah engkau pula yang membantuku
Aku tak ingin pisah darimu
Ku ingin kau selalu di sampingku

Tapi Sahabat....

Lambat laun waktu kan berjalan
Hingga saatnya nanti kita kan berpisah
Mungkin nanti kau akan melupakan ku
Melupakan semua tentang ku
Tapi satu yang harus kau tau
Kau kan s’lalu ku kenang di hati yg terdalam
Dan selamanya sampai kapan pun
Kau adalah best friend terbaik di hati ku



Aku Kau dan Dia


Orang yang mencintaimu

Orang yang menyayangimu

Orang yang selalu ada untukmu

Itulah aku

Indahnya saat ini

Saat melihat sebuah sosok
Sosok terindah dalam hidupku
Itu adalah kau

Merebut dirimu dariku

Menghancurkan cintamu padaku
Menenggelamkan diri ini
Itulah Dia

Semua masa indah

Antara aku dan kau
Kini telah tiada lagi
Yang tersisa hanyalah kenangan

Semua karena dia

Dia yang merebutmu dariku
Dia yang menghancurkan aku
Karena dia mencintaimu

Tapi mengapa harus dia

Dia sahabatku
Sahabat yang selalu aku banggakan
Namun ia mengecewakanku

Kini semua hanyalah luka dalam hati

Antara Aku, Kau, dan Dia


Mengapa Oh Mengapa

 

Indah bintang malam itu
Namun hanya menambah kesedihanku
Saat aku harus pergi
Tinggalkan orang yang ku sayangi


Tuhan..
mengapa ini terjadi padaku
Apa salahku ..?
Hingga kau datangkan dia
Yang membuatku menderita

Kau tau teman..

Dia t’lah membuat aku resah dan gelisah
Saat ku harus meninggalkan….
Cinta yang ku pendam

Posting Komentar