Chelsea Akan Bertahan Total Hadapi Barcelona


 Kekalahan 0-1 pada putaran pertama babak semifinal Liga Champions mengharuskan Barcelona memenangi putaran kedua melawan Chelsea di Stadion Nou Camp, Selasa (24/4). Namun, upaya ini tidak akan mudah karena Chelsea akan bermain superdefensif.

Strategi bertahan total menjadi pilihan realistis buat Chelsea. Dengan modal kemenangan di kandang, hasil imbang sudah cukup buat klub asal London ini melenggang ke final.

Dengan gaya permainan ini pula mereka mampu menaklukkan tim Catalan di Stamford Bridge. Meski jalannya pertandingan menjadi kurang menarik, hasil akhirnya cukup memuaskan untuk kubu Chelsea.

Pelatih Chelsea Roberto Di Matteo mengaku tidak peduli dengan kritikan terhadap strategi timnya. Pria asal Italia ini menyebut taktik yang dipilih memang untuk membuat timnya terhindar dari kekalahan bahkan menang dan bukan untuk menyenangkan pihak lain.

”Semua mengenai kemenangan bukan? Setiap orang punya opini mereka masing-masing. Kami hanya harus melakukan tugas kami. Anda tahu berapa banyak pemain, tim, dan pelatih yang sudah menggunakan strategi yang berbeda untuk melawan Barcelona?”

Ditambahkan, Barcelona merupakan tim yang nyaris sempurna. Mereka selalu menciptakan peluang dalam berbagai cara karena kualitas individu pemain merata. ”Mereka punya pemain bagus, bahkan lebih dari satu pemain terbaik dunia ada di tim mereka,” katanya lagi.

Pelatih Barcelona Pep Guardiola bisa memahami strategi yang diambil Chelsea. Guardiola bahkan menyebut Chelsea lebih mengerti bagaimana mereka harus bermain.

”Inilah sepak bola. Anda tak bisa menang hanya dengan bermodalkan keunggulan penguasaan bola. Jika hal itu ukurannya, tentunya kami akan memenangi setiap laga. Yang kami butuhkan adalah bisa mencetak banyak gol dan itulah yang akan kami lakukan pada laga kedua nanti,” ujar Guardiola.

Laga semifinal kedua ini bakal menjadi pertaruhan buat Guardiola. Liga Champions menjadi target yang lebih realistis dan prestisius dibandingkan gelar Liga Spanyol yang sepertinya akan diambil Real Madrid.

Meski Guardiola menepis penilaian sengaja mengorbankan laga el clasico melawan Real Madrid akhir pekan lalu, faktanya dia menyimpan sejumlah pemain intinya yang baru dimainkan pada babak kedua, seperti Alexis Sanchez, Cesc Fabregas, dan Pedro.

Dengan strategi ini, kebugaran mereka cukup terjaga saat melawan Chelsea. Pilihan ini akhirnya memang harus dibayar mahal dengan kekalahan 1-2 sekaligus menipiskan peluang meraih gelar Liga.

”Kami selalu berharap untuk kembali ke tataran normal, tetapi sayang kami goyah di momen yang amat krusial. Kami sudah mengerahkan seluruh kemampuan kami sebab para pemain tahu kalau mereka memiliki diri saya,” ujarnya.

Masih optimistis
Pemain gelandang Barcelona, Xavi Hernandez, masih optimistis timnya bisa bangkit dan membalikkan keadaan. Kemenangan dari Chelsea juga akan kembali mengangkat moral tim.

”Kami akan bermain, membuat peluang dan mencoba meraih kemenangan. Final Liga Champions akan menjadi tujuan kami berikutnya. Untuk mencapainya, kami juga membutuhkan dukungan kuat dari suporter,” kata Xavi.

Di kubu Chelsea, striker Fernando Torres mengaku sangat antusias menghadapi laga ini. Pemain yang diboyong dari Liverpool ini mengatakan, timnya seperti mulai menikmati lagi permainan secara tim.

Secara khusus, Torres memuji kepemimpinan Di Matteo. Menurut dia, Di Matteo telah mampu mengangkat semangat tim. Ini bisa terjadi karena Di Matteo pernah menjadi pemain Chelsea sehingga dia cukup paham dengan kondisi tim.

Soal strategi bertahan yang diterapkan timnya, Torres punya penilaian sendiri. ”Banyak tim yang melawan Barcelona selalu berpikir untuk mencuri bola jika ingin mematikan permainan mereka. Padahal, strategi ini justru menguntungkan mereka karena kami akan dibuat lelah dan selanjutnya akan lebih memberi mereka ruang untuk bermain. Menghadapi mereka, kami harus punya senjata yang berbeda,” ujarnya.

Buat Chelsea, peluang untuk melewati Barca cukup terbuka. Dibandingkan musim lalu, kekuatan Barca musim ini tidak lebih tangguh. Salah satu penyebab utama adalah ketiadaan David Villa yang harus absen panjang akibat patah kaki. Selain itu, pemain andalan mereka, Lionel Messi, juga sudah mulai keletihan karena jarang sekali dirotasi dengan pemain lain.

Sumber  :  http://bola.kompas.com/read/2012/04/24/11445224/Chelsea.Akan.Bertahan.Total.Hadapi.Barcelona

Mungkin Akan Ada Akhir Yang Bahagia

Artikel ini disubmit oleh Denis dalam rangka Wikumagic Special Event, "Magic and My Life". Anda juga bisa mengirimkan cerita seputar pengalaman anda di dunia magic ke blog Wikumagic. Keterangan lebih lanjut, klik link INI.





Sungguh indah akhir dunia magic, tapi menyakitkan awal dunia magic. Aku adalah Denis siswa kelas 1 SMP N 6 Jepara, dunia sulap mulaiku kenal saat aku berusia 9 tahun.

Sungguh berat hidup ini bagiku,

tampak seperti batu menimpaku,

saat ku coba hindari itu,

Malah hidup menyiksaku.

Disebuah kota kecil di Yogjakarta (saat aku berlibur bersama dengan kaluarga), aku menunjukkan trik sulap pertamaku kepada kakakku. Tiba-tiba saja seseorang mendatangiku, “ Hi, bagaimana kamu melakukan itu?”. Jawab aku “Maaf tapi ini rahasia bagiku?”. Tiba-tiba saja da pergi, aku mulai berfikiran kalau orang-orang menganggap sulap itu adalah sihir.

Sejenak aku berfikir “Kalau sulap adalah sihir, tapi….. aku bisa sulap dengan trik.. sebenarnya mana yang benar?”.

Semakin bertambah umurku, semakin aku tertarik dengan sulap. Ternyata semakin aku bertambah besar, semakin aku mengenal teknologi. Aku mulai mencari-cari trik sulap diinternet, sampai akhirnya aku menemukan blog Wiku Magic. Trik pertama yang aku temukan di blog Wiku Magic adalah memanipulasi pikiran dengan angka. Sungguh aku berterima kasih kepada blog Wiku Magic karena telah membantuku sebagai magician.

Tetapi semakin bertambah pengetahuanku tentang sulap, semakin jatuh percaya diriku. Semakin dewasa aku, semakin hilang harga diriku. Ternyata sulit menjadi magician.

Semakin mahir aku dalam dunia sulap, semakin kecil kesempatanku mengambil harga diriku. Meski aku hanya memikirkan sejenak saja, ternyata benar orang lain menganggap sulap itu sihir. Aku juga manusia biasa yang tidak biasa menahan terus menerus rasa sakit hati ini. Aku mungkin tegar tapi tak sekuat karang, menjadi magician saja tidak bisa.

Mulai saat itu cenderung aku memikirkannya, sulap yang tiada artinya. Sangking kesalnya aku berteriak sendiri “ Untuk apa melakukan sulap kalau hanya menyakiti diri sendiri”. Semua orang menyangka aku menggunakan sihir, padahal itu tidak benar.

Putus asa mulai muncul mendatangi bayanganku, tiba-tiba saja cahaya muncul menghapus bayanganku. Semangat menyebar keseluruh hati, itu karena…… Mereka mulai menyemangatiku, ya mereka orang tuaku. Mereka memberiku semangat, untuk menjadi seorang magician.

Aku mulai memperlihatkan sulap kepada tema-teman sekolahku. Pertama, yang pertama mengakuiku sebagai magician adalah mereka. Tetapi orang lain tetap menyebutku penyihir.

Biarlah mereka berkata apa, yang penting semangat tetap ada, pernahkah kalian merasa, magic adalah dunia kita.

Sekarang aku tidak peduli mereka berkata apa, aku Denis berjanji akan membawa nama baik dunia sulap.

Aku merasa akan ada akhir yang bahagia, dan juga……. Awal yang menyiksa…





The End

Semoga bisa mengambil hikmah dari kisah perjuanganku ini, meskipun aku hanya pesulap biasa tapi perjuangan tetaplah sulit.



Biodata Singkat